Rabu, 08 Juni 2011

Alat tempur


Akhir-akhir ini gw lagi seneng jahit-menjahit. Kenapaaaa eh kenapa?? Karena eh karena gw sedang dalam program penghematan di segala sisi kehidupan.
Tiap sabtu-minggu libur, bawaannya gw pengen nge-mool mulu alias ke mall. Mall bukan sembarang mall, kalo gw ke mall pastiiii aja, mulai dari pangeran antasari, pangeran diponegoro, i gusti ngurah rai, sampai bapak proklamator kita soekarno-hatta (cepek ceng) harus turun tahta, berpindah domisili, dari dompet gw ke tangan penjual.(tidaaakkkk.......).
Untuk mengisi waktu luang dan mengenyangkan bayang-bayang kelam nan suram dompet gw yang bakal ga bisa sampai akhir bulan, akhiiiirrrnyaaaa sodara-sodara gw putuskan untuk membeli beberapa peralatan tempur.
Yaaakkk, gw membeli magnum, bazoka,granat, senjata laras panjang, ketapel.......tetttooooot, salah ciiing. Sepertinya tiba-tiba ada hantu penjahit pohon jambu yang merasuk dalam diri gw, tiba2 gw jadi pengen bikin sesuatu dari benang dan jarum (duileeeee). Lagian gw pikir juga, umur gw uda kepala dua, kalo kata nenek gw jaman dulu kala, anak gadis harus luwes pegang benang dan jarum.(nenek gw seangkatan sama si siti nurbaya).
Jadilah gw membeli jarum, beberapa benang berwarna-warni, payet-payet, alat ukur, pensil (apa namanya gw ga ngerti, yang dipake buat ngegambar pola), zipper dan beberapa lembar kain flannel.
Percobaan pertama membuat tempat pensil.....

Selasa, 17 Mei 2011

me and my best friend "dekil"

Merubah gaya hidup secara tiba-tiba dan drastis mungkin sulit bagi beberapa orang. Namun hal itu bisa dengan mudah dilakukan apabila seseorang dalam keadaan "kepepet", atau memang dengan tingkat kesadaran tinggi berniat melakukan perubahan besar dalam hidup.

Teman dan gaya hidup.*lhooh apa ada hubungannya kedua hal tersebut?. Menurut saya kedua hal itu erat kaitannya untuk orang-orang yang tidak anti sosial., yang menganggap teman adalah kebutuhan primer hidupnya bahkan kedudukannya sejajar dengan makan dan oksigen. Gejala-gelaja ini bahkan bisa kita lihat dari kita masih duduk di bangku sekolah dasar. Biasanya anak yang tidak percaya diri, akan meminta temannya untuk menemani (bahkan) ketika ia pergi ke kamar mandi. Semakin dewasa kita, akan makin terlihat gejalanya. Krtika memilih sekolah atau jurusan ketika kuliah, biasanya teman juga merupakan salah satu pertimbangan.

Alhamdulillah, saya bukanlah tipikal orang yang terjerat dengan hubungan pertemanan yang kronis seperti itu. Masa perpindahan dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama, saya lalui seorang diri tanpa adanya teman satu sekolah saya saat sekolah dasar yang masuk ke SMP yang sama, begitu pun saat saya masuk SMA. Ada sensasi tersendiri ketika kita mulai mengenal dan beradaptasi dengan manusia-manusia baru, mulai menghafal nama, menghafal kebiasaan mereka, dan menjadi minoritas di suatu kelompok baru.

Tahun 2002 ketika saya duduk di tahun pertama di sekolah menengah atas, secara tiba-tiba dan tanpa kabar berita, mama saya membawa pulang "dekil". Awalnya dekil menemani mama pergi ke kantor, tapi semenjak saya kuliah di tahun 2005 dekil "resmi" menjadi kawan seperjalanan saya pergi ke kampus.

Mengapa saya memberinya nama dekil, ada sejarah tersendiri. Saya termasuk orang jauh dari sebutan rajin dan bersih. Dekil jarang sekali saya mandikan. Jadilah banyak debu yang menempel di badannya. Hmmmm.....sesekali memang dekil saya mandikan sendiri atau saya bawa ke salon. Rasanya senang sekali bersama dekil berangkat ke kampus apabila dia bersih dan wangi. Tapi saya tetap sayang padanya walaupun dia berdebu. Konyolnya saya, pernah suatu kali sehabis dekil saya mandikan di salaon, langit mendung pertanda akan turun hujan, terpaksa saya pergi ke kampus menggunakan angkutan umum. Ketika salah satu teman saya bertanya "lho, mana dekil?", saya jawab:" sayang kalo keujanan ". teman saya,"kamu anak yang aneh".

Selama empat tahun kami bersana, menempuh jalur yang sama setiap hari. Dengan setia, dekil menunggui saya saaat saya ada di kelas. Kehujanan dan kepanasan

Perpisahan dengan dekil adalah suatu peristiwa yang hhhhmmm, bisa dibilang mengejutkan. Beberapa bulan setelah lulus, saya mendapat panggilan kerja di Jakarta. Sepulangnya saya dari Jakarta, pulang ke rumah dan mendapati dekil sudah tidak berada di garasi rumah. Saya bertanya kepada mama.

Saya:"ma, dekil kemana?"
Mama: "dekil mama jual mbak, garasi penuh.lagipula kamu kan mau pindah ke Jakarta."
Saya:ziiiiiiiiiiinggggg. terdiam
Mama: "dekil mama jual ke temen kantor mama. kalo kamu kangen, kamu bisa liat dekil di kantor. Sekarang dia udah ga dekil lagi.Pemilik dekil yang baru sayang sama dekil. Tiap hari dekil dicuci dan di lap."
Saya: zziiiiiiiiiiinnnngggggg. masih tetap diam

Semenjak pindah ke Jakarta dan berpisah dengan dekil, saya memutuskan merubah gaya hidup saya. Saya lebih memilih menggunakan angkutan umum kemana pun saya beraktivitas. Awal menginjakkan kaki di ibukota saya coba semua alat transportasi yang ada; busway, mayasaribhakti, kopaja,metromini,mikrolet,kowasi,bajaj,bemo,kereta listrik. Sekarang saya hafal beberapa jurusan kopaja dan metromini serta semua koridor busway dan beberapa jadwal kereta listrik.
Saya mencoba membantu Jakarta yang sudah "sesak nafas" karena polusi. Semoga saya tetap bertahan dengan "gaya hidup jalanan" dan semoga sarana angkutan umum di ibu kota semakin memadai. Saya benci orang-orang yang mengatakan "saya akan berhenti mengendarai mobil ke kantor kalau angkutan umum di jakarta sudah lebih memadai".saya katakan mereka orang-orang yang malas.

Jumat, 29 April 2011

sopir antagonis


Bagaikan menonton sinetron di televisi, dunia perangkotan di jakarta ada peran utama, peran pembantu (bukan berperan sebagai pembantu...tapi bisa juga sii berperan sebagai pembantu dikategorikan sebagai peran pembantu), tokoh protagonis, dan tokoh antagonis (kalo di sinetron yang matanya sering melotot kaya' mau copot, bibirnya dimonyong-monyongin dan bawaannya pengen ngeracunin orang). Tokoh utama nya menurut gw adalah sopir angkot dan para angkoters (pengguna angkutan umum). Kenapa mereka terpilih sebagai tokoh utama, karena saat casting mereka bisa adegan marah dan nangis........Becandaaaa.......xoxoxo.Menurut gw mereka pantas dan layak (duileee...) jadi tokoh utama karena kalo peran mereka dihilangkan maka dunia perangkotan bakal mati alias ga berjalan. Ada simbiosis mutualisme antara kedua nya (kaya bunga sama lebah gituuuu), kalo ga ada penumpang, sopir bisa merana, kalo ga ada sopir si penumpang bakal nangis darah booo. Penumpang butuh sampai ke tempat tujuan dan si sopir butuh duit (jelassss karena mereka mata duitan.......becanda..xoxoxo.
Tokoh utama ga akan berperan baik kalo ga ada pendukungnya, kita sebut mereka sebagai peran pembantu alias figuran. Kita masukkan kondektur, pengamen, orang yang minta sumbangan, pedagang kacang,tissue, dan benda-benda ajaib lainnya sebagai figuran.

Setiap hari di pagi dan sore hari diriku selalu berperan sebagai penumpang kopaja 19 jurusan tanah abang- ragunan. Si "manis" kopaja 19 ini "seharusnya" lewat thamrin-sudirman- bunderan senayan- sisingamangaraja (depan masjid al-azhar)- walikota lama- blok m- walikota baru-..........(ga tau rute selanjutnya)-terusss sampai ke ragunan.

Ada beberapa perbuatan sopir-sopir itu yang bisa dibilang tamak,jahat,kikir,gatau perasaan,..(lebaaayyy..pokoknya yang berbau antagonis)
Pertama......sopir-sopir kopaja 19 sering dari ratu plaza belok ke kiri lewat pattimura langsung ke blok M, yang membuat beberapa penumpang yang ingin ke walikota lama atau alazhar turun di dekat kantor Menpan dan berganti bus. Kalo perbuatan mereka yang ini sangatlah menguntungkan diriku yang berkantor di pattimura karena ga perlu berjalan jauh, tinggal turun di depan kantor(hehehehe.....tersenyum licik diatas penderitaan penumpang lain.....)
Kedua......dan yang sangat-sangat saya benci adalah mereka hobby mengoper penumpang. Misalnya ketika sampai di depan ratu plaza (paling sering dipakai sebagai titik pengoperan), tiba-tiba mereka meminggirkan kendaraan dan menyuruh semua penumpang turun dan ikut angkot dibelakang mereka.aaaaarrrrrggghhhhh
Ketiga.......mereka menganggap penumpang adalah ikan asin yang harus ditumpuk di dalam kendaraan mereka. Kondektur dan sopir angkot sering melakukan "kebohongan publik" saat ngetem. Mereka berteriak "kosong-kosong" padahal penumpang sudah berjejalan di dalam. Kondektur juga sering bilang "ga ada kendaraan lagi di belakang", biar penumpang yang sedang menunggu angkot berikutnya naik ke kendaraan mereka.
Keempat.....sopir sering dengan sengaja dan seenaknya merokok di dalam kendaraan mereka. Asap mengepul di udara, menyesakki ruangan dalam kendaraan. Membuat oksigen yang sudah tipis karena penumpang yang berjejal menjadi makin tipis.

Kamis, 28 April 2011

"otha" my shoes


sejak awal kerja gw "mewajibkan" diri gw sendiri untuk ga pake flat shoes lagi, so I started to buy high heel xoxoxoxo.......my first high heel sukses patah hak nya di ruangan tepat waktu mau ngadep big boss, untung tadi berangkat pake crocs, my second high heel alhamdulillah robek jaitannya hahahaha....Jadi mikir apa gw harus mandiin sepatu gw pake kembang tujuh rupa ya...
Si pacar yang baik sekali akhirnya dengan baik hatinya membelikan sepatu yipiiii......new black high heel shoes.......maksiiiii pacar. Si black high shoes dipake cuma buat ngadep boss doang, selebihnya gw pake swallow..yaaaak sendal jepit fave nomor wahid mengalahkan ssi black high heel pemberian pacar karena ternyata oh ternyata desee menyakiti kaki gw....merah berdarah2 kaki gw kalo pake si blacky..
Finally setelah perjalanan panjang ke barat dan bertemu siluman-siluman jahat, akhirnya.....(jreng..jeng..jeeeeeng) gw menemukan sepatu bermerek "otha" yang sangatlah berjodoh dengan kaki gw (yang kaya'nya rada sombong dan pilih2)

recycle bottle

Ada botol bekas,ada zipper,ada benang, ada jarum, ada gunting,ada cutter,lagi bengong di kamar dari pagi cuma glundang-glundung akhirnyaaaaa sudah diputuskan (palu diketok......tok...tok..tok) mau bikin wadah dari botol bekas air mineral. Mau dijadiin apa itu urusan nanti yang penting mengalihkan pikiran gw dari blanjooong2 ke mall dan keluar dari waktu bengong..........

Selasa, 22 Maret 2011

arabic breakfast ala osi......hahay

Hari minggu kemaren temen sekantor nikah di cirebon. Karena lokasinya di luar j.town,gw sempet ragu mau dateng apa kaga.secara eke bocah angkot,gw ga mungkin carter kopaja sampe cirebon.mau naik cirex aka cirebon ekspres,kaga sempeet boooo beli tiketnya ke stasiun,rempong (sebenernya karena gw nya males).dari dalam hati yg paling dalam sebenernya mengharap banget tebengan temen kantor ke cirebon. Eng ing eeeeng......akhirnya tawaran itu datang juga dari bu boss.hehehehe.
Jadilah gw nebeng ibu boss ke cirebon. Bu boss eke orangnya top abis masalah jalan dan tujuan2 wisata dan belanja.Mulai dari kota aceh sampai kota jayapura dia tau tempatkereen.
Pulang kondangan di mesjid At-Taqwa Cirebon bu boss mau beli kue beku dulu di jalan....,eke lupa booo nama jalannya,yg pasti tempatnya di kampung arab,masuk dari sebelah hotel slamet,yang jual juga orang arab....mancuuung booooo idungnya.
Apa itu kue beku? Definisi gw (bener2 definisi gw bukan dari kamus besar bahasa Indonesia) kue beku it kue2 atau makanan kecil yang masih setengah jadi atau masih dlm btk adonan. Kita tinggal goreng atau panggang aja di rumah. Bentuknya macem2,da donat, resoles, martabak, kue kacang ijo, roti cane aka roti maryam..
Tertariklah eke untuk membeli. Seplastik isi 5 roti cane harganya ceban. Muraaaaaaah booo
Jadilah eke 3 hari ini sarapan roti maryam bertoping saus coklat nan lezat. Thnx God,gw ga sakit perut.