Senin, 21 Desember 2015

Menyusui itu butuh suporter

Dari kemaren-kemaren mau bercerita kisah A to Z menyusui Afia kok ya malas yaa. padahal si bocah udah 3 tahun aja sekarang, hohoho. Cuma buat di post aja sih siapa tau sekian tahun kemudian afia baca. Waktu hamil afia dulu pernah ragu bisa gak ya kasih ASI ke afia, mikir waktu dua tahun kok ya rasanya jauh panggang dari api alias gak mungkin buat gw. Keraguan gw bersumber dari kisah nyokap gw yang agak kurang berhasil memberikan ASI ke ketiga anaknya termasuk gw karena air susunya enggak keluar, jadilah gw, adek dan kakak gw adalah anak sufor (siapa anak SGM angkat tangan........yak Gw). Gw pikir "sulit asi" itu turunan,jadilah gw ke klinik laktasi RS.St.Caroulus di Salemba. Dokternya udah senior (baca:tua), tegas, dan galak tapi semua anjurannya berhasil membawa pemikiran positif ke diri gw. Bu dokter bilang semua ibu pasti bisa menyusui anaknya,di sana kita juga diajarin cara marmet (memerah asi memakai tangan-bukan dengan pompa), diajarin juga cara mengkompres dan memijat payudara. Mantab banget deh klinik laktasi ini.Btw buat ibu-ibu yang mau kesana harus di NOTED banget yaaa,bawa SUAMI kalo enggak kita bakal kena omel si ibu Dokter. hahahaha
Sehabis melahirkan afia,ASI gw belum keluar banyak, baru beberapa tetes aja. Nyokap udah nyap-nyap mau kasih afia sufor, gw udah mulai bimbang dan galau. Dan tetiba Mister Menoadji (sambil matanya berkaca-kaca)  bilang:"kalo bisa afia jangan kena sufor dulu,ayo kamu yang semangat mompanya,ayah anterin ke ruang bayi yuk buat nyusuin afia.". Semangat nyusuin kembali membara. Ai lop YU pul ayah. Gw gak pernah mikir Mister Menoadji bakal seperhatian itu tentang meng-ASI, orang waktu gw beli buku "Ayah ASI" datar aja mukanya, ternyata don't judge the book by it's cover.
Mama juga setelah melihat afia nyusunya semangat, jadi pendukung ASI numero uno, selalu mengingatkan untuk rajin-rajin pumping di kantor, bersihkan puting dan cuci tangan sebelum nyusuin.
Selain suami dan orang tua, punya teman seperjuangan menyusui juga sangatlah mendukung. Saling menyemangati satu sama lain, berbagi pengalaman dan cerita. Saran gw, pas lagi hamil carilah teman-teman sesama ibu hamil jadi enak nanti pas lagi nyusuin ada temennya.
Menurut gw, keberhasilan proses menyusui tidak cuma ada ditangan ibu. Ada peran ayah, nenek, kakek dan orang-orang sekitar. Kondisi ibu hamil yang sehat, bahagia dan tenang mampu menghasilkan supply air susu yang cukup untuk si bayi. Adanya supporting system untuk ibu menyusui dapat mensukseskan enam bulan ASI eksklusif dan dua tahun masa menyusui.


Jumat, 11 Desember 2015

New blog header

Sudah lima tahun nge-blog dan blog saya tergolong suram, tata letaknya buruk, standar banget lah. Barusan iseng-iseng merubah tampilan header blog saya. Cari-cari template yang kece ada di sini yaah lumayan lah jadi agak berbunga-bunga sedikit.

Kamis, 19 November 2015

Daur ulang baju

Lemari baju di rumah nyaris meledak saking penuhnya dan menjadi agak lega setelah beberapa baju disortir. Beberapa pakaian yang disisihkan ternyata masih ada beberapa yang bagus. Dapatlah sepotong kemeja kantor ayah yang masih oke. Hmm dibikin apa ya enaknya. Antara didaur ulang menjadi blouse saya atau baju untuk afia. Akhirnya saya putuskan membuat kemeja untuk afia. Bongkar sana, potong sini dan kemudian dijahit akhirnya jadi baju afia (masih 90% karena ujung lengan dan badan baju blm saya rapikan)

Rabu, 18 November 2015

Ayo kita naik angkot

Pagi ini habis baca liputan si salah satu konten media online tentang fasilitas transportasi publik di salah satu kota di Australia. Dikatakan dalam artikel itu, pemerintah setempat menginvestasikan milyaran uang untuk transportasi umum. Kata yang digunakan adalah "investasi" bukan subsidi atau "menggelontorkan sejumlah uang". Menarik sekali penggunaan katanya. Investasi dalam kamus besar bahasa berarti penanaman modal untuk tujuan suatu keuntungan. Berarti si pemerintah berharap suatu saat mendapat keuntungan berupa: (menurut saya) udara dengan tingkat polusi rendah, lalu lintas yang tidak terlalu padat dan penghematan sumber daya.
Setiap pagi miris hati saya ketika melongok ke mobil yang terjebak kemacetan di jalan gatot subroto (gatsu). Mobil bagus yang sayang sekali hanya diisi oleh pengemudinya saja, satu mobil satu orang. Coba deh kalo pengemudi tadi naik angkot/mikrolet, dalam satu angkot misal diisi 8 orang. Itu baru angkot yang daya angkutnya sedikit, belum bis ukuran sedang seperti kopaja atau bis yang kapasitasnya lebih besar seperti patas atau busway. Wow, kemacetan di gatsu tau tendean tiap pagi pasti langsung lenyap. 
Saya tahu, sangat tahu bahwa naik kendaraan umum di Jakarta sangatlah tidak nyaman. Panas, berdesakan, bau keringat, tawan kriminalitas, terkadang bau asap rokok dan bonus sopir yang ugal-ugalan. 
"Coba bis nya kayak di luar negeri, pasti gw tiap pagi mau lah naik bis ke kantor." 
"Kalo keretanya kayak di luar negeri, on time, gw pasti naik"
"Kalo gak berdesakan, gw mau kok naik busway"
Pernah denger keluhan-keluhan diatas?
Kenapa sih selalu bandingin keadaan di Jakarta sama di luar negeri. Luar negeri yang mana sih ini yang diperbincangkan? India,somalia,palestina,suriah?
Sebel deh, kalo ada orang yang memakai alasan " diluar negeri lebih baik" untuk tidak naik angkutan umum. 

Selasa, 03 November 2015

Resep Otak-otak

Saya dan Mister Menoadji adalah penggemar otak-otak. Khususnya saya, sering sekali kangen makan otak-otak yang dijual abang-abang di pinggir jalan. Di Jakarta penjual otak-otak (biasanya abang-abang) memakai sepeda dan mangkal di trotoar. Sayangnya saya sering ketakutan, tentang bahan yang dipakai si penjual untuk membuat otak-otak (maap ya bang tukang otak-otak saya suuzon). Tadi pagi mencoba membuat otak-otak ala abang-abang pinggir jalan.

Bahan:
Ikan tengiri 200 gram
Santan
Bawang putih 2 siung
Bawang merah 5 siung
Gula
Garam
Daun pisang
Daun bawang
Tepung sagu

Cara Membuat:
Haluskan daging ikan bersama duo bawang, masukkan santan, tepung sagu, gula dan garam.
Ambil satu sendok adonan di atas daun pisang, semat dengan lidi
Kukus otak-otak kurang lebih selama 10 menit.
Panggang otak-otak sebentar, sampai daun pisang nampak kering (saya menggunakan happy call).
Otak-otak siap di santap. Lebih enak di cocol ke sambal kacang.

Jumat, 02 Oktober 2015

Menulis untuk mengingat

Kalo sekarang dan lima tahun yang lalu ditanya kenapa gw punya blog, gw punya jawaban berbeda. Pertama kali punya blog tahun 2010, gw pengen menulis cerita gw berkendaraan umum di Jakarta (sangat tercermin kan dari nama blog gw -bocahangkot-. Niat mulianya sih biar orang yang baca blog gw bisa tertarik menggunakan angkutan umum (terlalu kebawa pelajaran PPKN jaman SD), tapi pada kenyataannya setelah lebih dari 5 tahun punya blog, postingan tentang dunia perangkotan di Jakarta cuma kurang dari 5 postingan.
Dan karena setelah lima tahun blog gw cuma gw doang yang baca ( ngenes banget) gw pun berubah haluan macam artis yang udah enggak laku. Sekarang gw ngeblog lebih karena kebutuhan. Gw butuh tempat untuk latihan menulis (latihan mulu kapan bisa nya sih hahaha) dan sebagai ajang untuk menyimpan sebagian memori gw.
 Lhah os, lo pikir ini hard disk bisa buat simpen2 memori? 
Begini ya sodara-sodara, menurut kesoktahuan gw, yang namanya otak kapasitas ya terbatas. Gak semua hal harus kita simpan di otak kita. Di waktu senggang gw sering baca-baca ulang tulisan lama gw di blog dan seketika mengingat kejadian saat itu. Inget gak,jaman kita sekolah dulu selain mendengarkan guru menerangkan pelajaran,kita juga mencatat apa yang guru ucapkan,ajarkan. Jadi ketika mau ujian dan kita lupa apa yang diterangkan oleh guru kita dulu,kita masih punya "cadangan memori" dalam catatan tulisan kita.
I blog because I have something to write remember.

Minggu, 27 September 2015

Menemukan sepotong halaman (belakang)

Dimasa sekarang ini dimana harga tanah (dan rumah) lebih tinggi dari harga diri, agak sulit menemukan rumah yang mempunyai halaman. Sulit uangnya maksud saya alias duitnya belum enggak   cukup untuk beli rumah beserta halamannnya. Yang saya bicarakan bukanlah rumah dengan halaman rumah seluas lapangan bola ya, kecil saja biar waktu bebersih enggak buat pinggang encok karena saking luasnya. 
Halaman belakang  atau samping adalah idola saya. Halaman yang dibingkai tembok yang menjulang tinggi pada sisi-sisinya. Halaman yang tertutup nah itu maksud saya,jadi orang dari luar tidak bisa melihat aktifitas yang kita lakukan di halaman belakang.

"Seandainya suatu hari nanti berhasil menemukan sepotong halaman belakang, apa yang akan kamu tempatkan di dalamnya os?"
hmmmmmm, tentu saja  akan saya letakkan sejumput kehangatan, semangkok keceriaan dan berliter-liter kebahagiaan di dalamnya.



pic from here